Sunday, November 23, 2008

Part 3 10 Tahun Kemudian

waktu tak terasa mengalir begitu cepat bagi kedua orang tersebut. 10 tahun sudah terlewati semenjak lelaki pemabuk itu menemukan Krist di hutan. Kini Krist sudah tumbuh menjadi anak yang pandai dan gagah. Tidak terlalu kurus dan juga tidak terlalu gemuk. Krist dan ayah angkatnya mempunyai hubungan yang sangat dekat. Tetapi hubungan mereka lebih seperti teman. Mereka saling bercanda, bertengkar tidak terlihat seperti ayah dan anak. Tetapi Krist sangat menghormati ayahnya. Krist sangat mematuhi perintah ayahnya. Dari yang membantu membelah kayu, sampai membelikan arak ke desa.

Sampai sekarang ayah angkatnya Krist belum memberitahu bahwa ia bukanlah ayah kandungnya. Ia tidak berani memberitahunya karena takut anak itu terluka hatinya. Setiap anaknya bertanya, "Ayah, teman-temanku yang lain punya seorang ibu, mengapa saya tidak ada?" ayah angkatnya selalu berkata "ibumu sudah meninggalkan ayahmu sendirian, ia pergi ke tempat yang jauh."

Suatu hari ketika senja, Krist pergi ke desa untuk bermain dengan teman-temannya. Salah satu temannya berkata, "Krist, kamu nanti besar mau jadi apa?". Krist bingung karena sampai saat ini ia belum berpikir sampai kesitu. "Wah tidak tahu nih, saya sih belum berpikir ke arah situ, memank kamu mau jadi apa nanti ?" tanya Krist kepada temannya yang gemuk berkacamata tersebut. "Saya mau menjadi seorang Hunter!" seru temannya tersebut yang bernama Megat tersebut. "Hunter? Apa itu? Saya tidak pernah dengar tuh," tanya Krist yang kebingungan. "Masa kamu tidak pernah mendengar tentang Hunter sih?" kata Megat, "Hunter itu adalah pekerjaan yang paling disegani di dunia sekarang, mereka orang-orang yang sangat kuat. Pekerjaan itu sangat berbahaya, tetapi kalau kamu menjadi Hunter, pasti namamu akan terkenal. Orang lemah seperti kamu tak mungkin deh menjadi Hunter, saya yang cocok jadi Hunter. Lihat badan saya besar dan perkasa ini." Seru Megat sambil bergaya memamerkan otot lengannya yang cuma lemak saja. Krist menutup mulutnya berusaha menahan tertawa melihat temannya yang gendut berisi lemak bertampang bodoh itu memamerkan ototnya. "Hei kamu menertawakanku ya?" tanya Megat. "Ah tidak koq! saya kagum sama kamu, ngomong-ngomong pekerjaan sebagai Hunter itu kerjanya seperti apa sih?" tanya Krist penasaran sambil sedikit tertawa kecil.

Karena merasa tahu banyak hal, Megat dengan nada sombong berkata, "kamu tidak tahu apa-apa ya, baiklah saya akan ceritakan. Hunter itu mempunyai 2 tugas. Satu sebagai Treasure Hunter, satu lagi sebagai Head Hunter. Tugas Treasure Hunter adalah mencari harta di tempat-tempat yang sangat berbahaya lalu dijual dengan harga yang tinggi. Lalu Head Hunter bertugas menangkap atau mungkin juga membunuh buronan-buronan demi menjaga kedamaian dunia. Begitulah rangkumannya. Sekarang saya akan menjelaskan detailnya. Kalau Treasure Hunter itu...." Megat bercerita dengan penuh semangat. Krist yang mendengar begitu terkagum-kagum sampai ia lupa waktu. Malam pun hampir tiba. "....nahh, sekian penjelasan saya, bagaimana? Hunter pekerjaan yang berbahaya bukan? Tapi kamu jangan bermimpi menjadi hunter, kamu mungkin bisa mati dalam pekerjaan pertamamu hahahaha," kata Megat merendahkan Krist. "Enak saja ! Aku juga mau jadi Hunter, lihat saja nanti siapa yang bisa menjadi Hunter," seru Krist "Wah hari sudah gelap. Saya mau membeli arak untuk ayah lalu pulang, nanti ayahku bisa marah kalau ia menunggu terlalu lama. Daaahh." Lalu Krist pun pulang ke rumahnya menelusuri hutan. Yang ada di kepalanya sekarang hanyalah seputar Hunter. Ia mengandai-andai bila nanti menjadi seorang Hunter. Menjadi terkenal, kaya, disegani, dan yang paling ia inginkan, ayahnya membangga-banggakannya.

"Hei, kemana saja kamu? Saya sudah menunggu sangat lama. Mana araknya?" itulah kata-kata yang keluar dari ayah Krist begitu Krist sampai di rumah. Lalu Krist memberikan araknya kepada ayahnya. "Sebagai hukumannya karena kamu pulang telat, kamu tidak akan kuberi setetespun dari arak ini." Ayahnya berlagak marah kepada Krist. Tetapi Krist tau itu hanyalah bercanda, karena sampai saat ini Krist tidak pernah minum arak. "Ayah, saya sekarang punya cita-cita," kata Krist. "Apa itu?" tanya ayahnya. "Saya ingin menjadi seorang Hunter," seru Krist. Ayahnya terdiam untuk beberapa detik, lalu bertanya, "Darimana kamu dengar tentang Hunter? Sepertinya ayah tidak pernah bercerita tentang Hunter kepadamu."Aku dengar dari Megat," kata Krist "Aku begitu mendengarnya sangat tertarik ingin menjadi Hunter. Mulai besok aku akan latihan memperkuat diriku!". Ayahnya terdiam lagi beberapa saat. Lalu berjalan mendekati Krist, kemudian memukul kepala Krist dengan botol araknya. "Aduhhh..sakit ayah! kenapa memukul kepalaku tiba-tiba?" Seru Krist sambil memegangi kepalanya. "Lihat kamu dipukul pake botol arak yang ringan ini saja sudah kesakitan. Bagaimana mau jadi Hunter? Lupakan mimpimu menjadi Hunter. Punya nyawa 10 pun kamu tidak akan selamat. Kamu cukup membantuku memotong kayu saja. Kamu lebih cocok jadi juragan kayu hahahahaha," kata ayahnya. "Yasudah saya mau meminum arak dulu, kamu makan malam dulu sana." Kemudian Krist masuk ke dalam rumah untuk menyantap makan malamnya. Ayahnya di luar rumah berdiam sejenak lalu menghela nafas kemudian meminum araknya.

Selesai makan, Krist lalu keluar lagi untuk berbicara kepada ayahnya bahwa ia serius ingin menjadi Hunter. Lalu ia pergi menemui ayahnya yang sudah mabuk oleh arak tersebut. "Ayah, aku serius ingin menjadi seorang Hunter." jelas Krist. Ayahnya melihat Krist lalu meminum kembali araknya. "Ayah !! Aku benar-benar ingin menjadi Hunter," seru Krist lagi. Selesai minum seteguk, ayahnya menjawab, "Hei Krist, kamu tahu? Ayahmu ini dulu seorang Hunter loh hahaha." Krist begitu kesal, ia melihat ayahnya hanyalah seorang pemabuk tua yang hanya bisa memotong kayu, tetapi Krist lebih kesal lagi karena ayahnya membuat lelucon pekerjaan Hunter yang sangat ia banggakan. "Ah percuma berbicara dengan ayah yang sekarang, ayah sedang mabuk. Aku pergi tidur dulu." Kata Krist merasa kesal terhadap ayahnya.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, Krist sudah terbangun dari tidurnya. Ia lalu keluar rumah dan berlatih di sana. Ia meninju udara berulang-ulang kali. Menendang, berguling, melompat. Ia berlatih supaya lebih kuat. "Berisik apa sih ini?" kata ayahnya yang terbangun karena mendengar suara gaduh di luar rumah. Lalu ia pergi keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi. Ia melihat anaknya Krist sedang berlatih memukul udara. "Hei, apa yang sedang kamu lakukan?" tanya ayahnya. "Sedang berlatih untuk menjadi seorang Hunter," jawab anaknya. "Sudahlah hentikan latihan bodohmu itu, sampai kapanpun ayah tidak akan membiarkan dirimu menjadi Hunter," jelas ayahnya. Krist lalu berhenti berlatih, lalu dengan kesal ia berseru kepada ayahnya, "Ayah tahu apa? Aku tetap ingin menjadi Hunter meskipun ayah melarangnya. Untuk itu aku berlatih. Ayah jangan coba melarang-larangku. Ayah tidak tahu seberapa hebatnya seorang Hunter itu. Ayah cuma bisa bermabuk-mabukan minum arak!"

Setelah ayahnya mendengar hal itu, ia lalu berjalan cepat mendekati Krist lalu menampar pipi Krist dengan keras. "UNTUK APA AYAH LAKUKAN ITU!" teriak Krist sambil memegang pipinya yang habis ditampar. "Menurutmu ayah tidak tahu apa-apa? menurutmu ayah hidup selama 50 tahun ini tanpa tahu apa-apa?" jelas ayahnya. "Pekerjaan Hunter walaupun kamu punya seratus nyawa tidak akan cukup. Kamu bisa meninggal kapan saja". "AKU TIDAK TAKUT!" jelas Krist.

"Apakah kamu tahu bagaimana rasanya menjadi Hunter? kamu melihat mayat-mayat bergelimpangan di sekitar, bukan itu saja kamu mungkin juga akan membunuh seseorang. Apakah kamu tahu bagaimana rasanya temanmu di depan matamu dibunuh oleh buronan? Apakah kamu tahu hidup sebagai seorang Hunter dikejar-kejar? Buronan akan selalu mengejar untuk mengambil kepalamu. Sekali kamu mendapatkan buronan, teman-teman buronan tersebut akan mengejarmu terus sepanjang hidupmu. Apakah kamu hanya ingin terlihat keren karena menjadi Hunter? Lupakan saja mimpi bodohmu. Kamu bahkan tidak punya MARK !!" hardik sang ayah kepada Krist.

Krist yang mendengar hanya bisa terdiam. "Sebagai hukuman untukmu, kamu tidak boleh masuk ke rumah sampai saya mengizinkannya. Pikirkanlah baik-baik mimpi bodohmu itu. Bila kamu sudah tidak ingin menjadi Hunter lagi, kamu baru boleh masuk ke rumah." tegas sang ayah. Setelah itu ayahnya berjalan masuk ke dalam rumah.

Krist lalu menangis sedih. Selama ia hidup 10 tahun, tak pernah ayahnya terlihat marah seperti itu. Ia masih ingin menjadi Hunter, tetapi melihat ayahnya seperti itu, iapun mulai ragu-ragu. Karena tidak tahu apa yang harus dilakukan, ia pun berjalan ke arah air terjun. Lalu ia berjalan-jalan di sekitar air terjun. Ketika sedang melihat-lihat sekitar, ia melihat ada sebuah gubuk kecil tepat di sebelah air terjun. Ia tidak pernah melihat gubuk itu. Ia memutuskan untuk pergi ke gubuk kecil tersebut.

Begitu dekat, ia mendapati sebuah gubuk kecil hanya terbuat dari sekumpulan kayu yang dipaku-paku secara berantakan. Krist lalu mencoba membuka pintu masuk ke dalam gubuk tersebut. Begitu masuk gubuk, ia mendapati bahwa itu adalah sebuah gudang barang. "Apa itu mark? tidak pernah kudengar sekalipun..." pikir Krist sambil membongkar-bongkar barang-barang yang ada. Ia mendapatkan sebuah buku, sebilah pisau, dan sebuah foto. "Foto siapa ini? mereka terlihat bahagia..." pikir Krist sambil melihat foto yang ada 8 orang di dalamnya. Lalu ia mencoba membongkar-bongkar di tempat lain. Lalu Krist terpana, ia menemukan sebuah gelang tangan dengan ukiran abstrak yang indah terbuat dari emas. Ia begitu kagum dengan benda tersebut, walau hanya sebuah gelang, tetapi seperti ada kekuatan yang tersembunyi. "Wah indah sekali gelang ini, bagaimana cara memakainya ya?" kata Krist. "Wah ada engselnya, coba saya buka..." Ia mencoba membuka sekuat tenaga, lalu ia berhasil. Setelah itu, ia memasang gelang tersebut di tangannya.

1 comment:

Anonymous said...

wuoh..panjang..
eh kata2 "ayah" ato "ayahnya" keknya boleh dikurangin de, diganti nama aja tan, aneh banget kalo kebanyakan ayah2-an,

trus pas bokapnya bilang dia dulu hunter kurang dramatis tan, biarin aja anaknya taw ndiri gimana?

tapi cepet jg ya uda ketemu bracer
umur rapa tu? lom u kasi tau , heheh =p